Thursday, July 30, 2009

PENGHIANATAN seri DUA.....???

Hari-hari terakhir ini banyak dijumpai berita seputar CPNS di media massa. Akhir tahun 2009 ini akan diadakan tes CPNS bagi jalur umum. Selain tentu saja menyelesaikan honorer yang belum terangkat sesuai PP yang berlaku. Ditambah mengangkat para sekdes berdasarkan janji pemerintah pasca demo besar-besaran beberapa tahun lalu. Honorer dan sekdes akan diangkat tanpa tes alias langsung pemberkasan. Sebagai sesama anak bangsa tentu saja diucapkan selamat bagi yang langsung diangkat ini. Itu semua akhir dari serangkaian perjuangan dan keprihatinan yang selama ini sudah dilakukan.
Kekhawatiran justru melanda 1.400-an CPNS TERANULIR Jateng 2005/2006. Kenapa tidak, karena ini merupakan kesempatan kesekian kali untuk "dikhianati lagi". Tahun 2008 lalu sudah dianggap sebagai PENGHIANATAN seri SATU. Alasannya tahun 2008 pemerintah malah membuka rekrutmen CPNS jalur umum. Padahal cpns teranulir sangat berharap segera diangkat setelah honorer APBN/APBD selesai diangkat semua. Lha kok malah ngangkat dari formasi umum. Nah tahun 2009 ini sepertinya juga begitu. Mengangkat lagi dari jalur umum. Mangkanya tahun 2009 ini bisa dikhawatirkan akan DICANANGKAN sebagai TAHUN PENGHIANATAN seri II.
(bersambung... masih cari ide..)

Wednesday, April 15, 2009

Kaitan CPNS Teranulir dengan Kenaikan Suara DEMOKRAT

Maaf bukan mau mengurusi soal politik. Cuma karena postingan ini ada sedikit kaitan dengan CPNS Teranulir. Anggap saja sebagai intermezo. Toh semua orang sekarang omongin soal hasil pemilu.

Ada dua diantara banyak sebab yang akan disampaikan di sini, kenapa suara Partai Demokrat naik. Ini didasarkan celotehan orang awam saja. Dan menurut penulis cukup logis.

Pertama, kebetulan penulis omong-omong dengan orang dari kampung agak pelosok. Setelah ngomong ngalor-ngidul akhirnya penulis bertanya, di kampungnya yang menang partai apa? Dia menjawab kalau partai demokrat yang menang. Katanya lagi, orang-orang pada nyontreng partai ini karena berharap dapat BLT (Bantuan Langsung Tunai) lagi.

Waduh kalo begitu apa BLT ini jadi berindikasi money politic apa gak ya? Kata beberapa pengamat di TV sih begitu. Tapi gak tahu lah. Pokoknya apa saja hasil pemilu ini dan siapa saja yang jadi presiden, moga2 terus berpihak kepada rakyat, tapi juga bisa mendidik rakyat agar tidak bermental pengemis.

Kedua, ini terkait dengan CPNS teranulir. Ada seorang "korban" cpns teranulir ini yang mengatakan bahwa dia memilih demokrat karena paguyuban anulir ditolong untuk bisa ketemu pak SBY langsung di rumah beliau. Sang penolong ini tentu saja anggota DPRD Jateng dari fraksi Demokrat. Hasilnya mungkin berita baik akan dibuatkannya PP seperti postingan sebelumnya.

Yah, mungkin meski tidak semuanya pasti ada juga kawan teranulir lain yang bersikap sama. Berharap imbal jasa lah. Kalau dihitung, andaikan semua (1.200 an korban) mencontreng partai dimaksud, kan lumayan. Belum lagi kalau ngajak suami/istri, anak dan keluarga lain. Bisa jatuh 5.000 suara kali ya? Itu hanya itung-itungan bodoh saja.

Yang paling pokok, semoga saja korban anulir ini tidak hanya dijadikan "komoditas" JANJI. Di depan masih ada pilpres. Kalau saja sebelum pilpres sudah ada kejelasan (positif) tentang nasib korban anulir ini. Maka tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang bisa diuntungkan. Ada baiknya kalau ada pihak yang berani bikin kontrak politik. Paling tidak ada 2 kemungkinan kontrak politik.

Pertama, bagi incumbant (saat ini berkuasa) bisa mengupayakan pengangkatan CPNS segera sebelum pilpres. Kompensasinya tentu saja korban anulir harus berusaha memenangkan incumbant ini pada pilpres mendatang. Mungkin gak ya?

Kedua, bagi challenger (belum berkuasa) bisa menjamin kalau dia jadi penguasa nanti pasti memprioritaskan korban anulir untuk diangkat segera. Tentu harus ada hitam di atas putih. Maklum saja korban anulir ini sudah krisis kepercayaan.

Meskipun, kalau mengikuti berita, sudah berapa banyak surat menteri atau minimal janji pejabat terkait yang akan mengangkat anulir ini, nyatanya hanya janji saja. Strateginya tetap sama Janji - Ulur Waktu - Lupa. Atau akhirnya korban putus asa, kecapekan, dan habis energi dan sumber daya. Akhirnya.... Cape' Deeh..!

Ayooo siapa mau ngajak kontrak politik....?

BELUM ADA BERITA BAIK...... (LAGI)

Setelah berita baik di copy postingan terakhir, (tentang mau dibuatkannya PP yang mengakomodir CPNS Teranulir per April ini), sampai postingan ini dibuat belum ditemukan lagi berita baik. Padahal tiap hari penulis mencari (searching & browsing) tentang kabar CPNS Teranulir ini.

Seharusnya para CPNS Teranulir memang sudah kebal dengan JANJI-JANJI PALSU, karena sudah sejak 2006 berita seputar nasib mereka bersimpang siur. Dapat di-analogi-kan bagaikan naik kapal yang diterjang badai, karena sudah muntah-muntah luar biasa, mestinya sudah tidak ada lagi yang dimuntahkan.

Yang pasti nasib apapun yang menunggu di depan pasti akan berlabuh mesti entah kapan. Mudah-mudahan Allah SWT mengganti kesabaran dan perjuangan Anda dengan pahala dan kemuliaan. Aamin.

Saturday, March 14, 2009

BERITA DUKA CITA dari KLATEN

Innalillahi Wainna Ilaihi Rooji'uun

Telah Meninggal Dunia Salah Satu CPNS Teranulir

Ibu Lilis
(umur 42 Tahun)
Guru SMAN 1 Prambanan
Dimakamkan di Pedan Klaten 13 maret 2009

Semoga Amal Ibadahnya Diterima Oleh Tuhan YME
Serta Keluarga yang Ditinggalkan Diberikan Ketabahan

Aamin

Ribuan CPNS Jateng Teranulir Segera Diangkat

14-Maret-2009 12:12

Semarang--Sekitar 1.200 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jawa Tengah (Jateng) yang teranulir setelah sempat dinyatakan diterima dalam proses seleksi 2006, akan diusulkan pada pengangkatan CPNS 2009.

"Pada pembicaraan dengan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu, kami meminta supaya CPNS yang teranulir dapat dimasukkan pada pengangkatan CPNS 2009," kata anggota Komisi A DPRD Jateng Soejatno Pedro HD di Semarang, Sabtu.

Untuk mengangkat CPNS guru Wiyata Bhakti (WB) yang dibiayai dengan dana nonAPBN dan APBD itu, Komisi II akan berupaya membuat payung hukum dengan melakukan penggantian Peraturan Pemerintah (PP) lama dengan PP baru."Tanpa PP baru sulit untuk mengangkat mereka," ujarnya.

Pengangkatan CPNS guru WB harus menyesuaikan dengan PP No 48 Tahun 2005 bagi guru WB yang dibiayai APBN, dan PP No 43 Tahun 2008 bagi guru WB yang dibiayai APBD.

"Rencananya pemunculan PP baru itu akan diupayakan pada April mendatang sehingga mereka dapat diikutkan pada pengangkatan CPNS
2009," ujarnya.

Menurut dia, ribuan CPNS 2006 teranulir bukan karena kesalahan mereka, melainkan kesalahan pemerintah terutama Jateng. "Gubernur Jateng juga setuju dengan PP baru sehingga pemerintah bisa mengusulkan dalam penerimaan 2009," ujarnya.

Bahkan, Pemprov Jateng membantu mereka dengan mengajukan formasi CPNS 2009 kepada Pemerintah Pusat sekitar 39.000 orang.

"Setidaknya, kasus ribuan CPNS teranulir dapat diselesaikan tahun ini," ujarnya.

Hanya saja, keluarnya PP baru tersebut harus menunggu keputusan dari Presiden.

Ia mengatakan, pengangkatan CPNS yang teranulir tersebut tidak akan
mempermasalahkan batasan usia karena pada seleksi 2006 usia mereka memenuhi syarat.

Kasus teranulirnya ribuan CPNS tersebut berawal dari pengumuman seleksi CPNS di lingkungan Provinsi Jateng pada 17 Juni 2006 yang menyebutkan 2.801 orang dinyatakan diterima.

Namun, sehari sesudahnya (18 Juni 2006), Pemprov Jateng meralat dan menganulir 1.200 CPNS dengan alasan tidak memenuhi syarat.

Sumber: Antara
Oleh: Anik Sulistyawati

Diambil Dari: www.solopos.com

Tuesday, March 3, 2009

Kumpulan Soal-soal Test CPNS dan Daftar Gaji PNS

Bagi Anda yang ingin mengoleksi Soal-soal Test CPNS silakan download link di bawah. Juga yang pingin tahu berapa sich gaji PNS golongan 1 - 4 juga kami sediakan linknya (sampai2 ada yang rela ber-KKN). Silakan semua bisa download gratis..

1. Kumpulan 28 macam soal test CPNS klik DISINI

2. Kumpulan 15 macam soal test CPNS klik DISINI

3. Daftar besaran gaji PNS klik DISINI


Semoga bermanfaat..

Monday, February 23, 2009

CPNS Teranulir Ingin Audiensi Bersama SBY

By Republika Newsroom
Minggu, 22 Februari 2009 pukul 13:17:00

KLATEN -- Mungkin perjuangan 1.225 guru CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) -- bukan 2.801 guru -- sudah mentok. Mereka bertekad melakukan audiensi bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempertanyakan nasibnya sudah empat tahun selama tahun terkatung-katung.

Momen peresmian gedung PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Propinsi Jateng yang diadwal 5 Maret mendatang akan mereka dimanfaatkan. ''Ya, kami berencana menemui Presiden SBY di sana nanti,'' tutur Tejo Purnomo, koordinator guru CPNS teranulir Kabupaten Klaten kepada Republika, akhir pekan kemarin.

Tejo menampik kalau rencana yang dijadwal menemui kepala negara tersebut, sebagao bentuk aksi demo. ''Bukan demo. Demo kesannya demostratif. Kami sudah capai melakukan demo kemana-mana. Sekarang, saatnya melakukan dialog bersama beliau (presiden''.

Materi audiensi, menurut Tejo, akan mempertanyakan ''apakah Presiden SBY sudah menerima draf RPP (Rancangan Penyusunan Program) dari Menteri Penertiban Aparatur Negara (Menpan). Masalahnya, Menpan tidak bersedia mengeluarkan kebijakan pengangkatan bagi peserta CPNS guru wiyata bhakti (WB) -- yang mengisi formulir dibeayai dana lain. Ini karena tidak ada aturan payung hukumnya.

Sedangkan CPNS yang sudah diangkat PNS ada payung hukumnya, PP (Peraturan Pemerintah) N0 48 Tahun 2005, yakni bagi guru WB yang dibeayai APBN, dan PP N0 43 Tahun 2008 bagi guru WB yang diiayai APBD. Jadi, kalau mau mengangkat guru WB dibiayai dana lain-lain harus ada PP-nya. ''Makanya, kami mendesak Presiden SBY segera mengeluarkan PP yang dimaksud,'' tambahnya. Ini karena, katanya Menpan sudah mengajukan draf, tapi sampai sekarang belu ada kabarnya.

Persiapan melakukan audiensi,kata guru SMAN Karangnongko, Klaten, ini, sudah matang.Semua koordinator tingkat kabupaten/kota sudah saling berkomunikasi lewat telepon. Untuk tingkat Solo Raya -- Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Solo, dan Boyolali -- juga sering rapat kecil.

Menurut Tejo Purnomo, tidak semua guru CPNS yang nasibnya kurang mujur tersebut menggerudug ke Semarang. Setiap kabupaten/kota mengirimkan sejumlah perwakilan saja. Selama ini, pihaknya juga proaktif dengan pengurus PGRI Pusat maupun PGRI Jateng. Karena lembaga ini sebagai ''bapak''-nya guru dijadikan tempat curahan hati untuk memperjuangkan nasib. ''Jadi, biarlah bapak PGRI yang mengatur waktu dan tempatnya untuk audiensi,'' tambah Tejo.

Seperti diketahui, perjuangan 1.225 guru tersebut tanpa kenal lelah. Mereka menuntut segera diberi SK (Surat Keputusan) pengangkatan status PNS. Mereka yang pernah mengikuti seleksi rekruitmen CPNS tahun 2005 silam -- dinyatakan diterima dan kemudian dianulir tak diterima -- terus mendesak pemerintah untuk segera memberi status yang jelas.

''Sudah empat tahun kami bersama teman-teman berjuang mati-matian menuntut status PNS, tapi sampai sekarang belum belum membuahkan hasil sama sekali,'' Nunik Murniati, salah seorang guru SMP di Klaten kepada Republika.

Perjuangan Nunik dkk guru di Jateng tak kenal lelah. Mereka sudah berkali-kali mendesak bupati, walikota, DPRD diwilayah masing-masing. Termasuk ke gubernur dan DPRD provinsi Jateng. Bahkan, ke Menteri Perberdayaan Aparatur Negara (Menpan) mengurus SK pengangkatan. Namun, hasilnya nol.

Tekad perjuangan guru ke Jakarta, sia-sia. Mereka datang ke Kantor Menpan perwakilan dari kabupaten/kota di Jateng seperti di-ping-pong. Deputi Menpan menyalahkan Pemprov Jateng dalam pelaksanan tes rekruitmen CPNS 2005 lalu. Sementara. Pemprov sendiri menyarankan ke Menpan, karena segala urusan pengangkatan PNS jadi urusannya.

Persoalan ini muncul, setelah Pemprov Jateng mengeluarkan pengumuman hasil tes CPNS 2005 yang diterima 17 Maret 2005. Namun, sehari kemudian, pemprov mengeluarkan pengumuman yang kedua 18 Maret 2005. Ratusan CPNS yang diumumkan hari pertama, tak tercantum pada pengumuman yang kedua. Mulai saat inilah persoalan mulai membelit. Dan, membuat ratusan CPNS yang dinyatakan diterima tersebut terkatung-katung nasibnya.

Kasus ini membuat kelabakan ratusan CPNS yang dinyatakan lulus -- kemudian dianulir -- terjadi di semua kabupaten/kota di Jateng. Di Kabupaten Klaten, misalnya, tercatat 118 CPNS guru yang mengalami nasib ini. Namun,jumlah mereka menyusut tinggal 77 orang. Ini lantaran dalam rekruitmen CPNS 2008 lalu, lantaran entah karena faktor ''kebetulan'' diterima. eds/fif


Diambil dari : Republika.co.id